Minggu, 04 November 2012

PERNIKAHAN DAN KONSELING KRISTEN


 HAKEKAT DARI KONSELING PERSIAPAN PERNIKAHAN
               Saat yang tepat untuk dapat memulai menangani masalah-masalah dalam pernikahan dan keluarga adalah sebelum masalah itu sendiri timbul.   Secara ideal, persiapan pernikahan dimulai ketika seorang individu  masih berada pada masa kanak-kanak. Jikalau orangtuanya mempunyai   hubungan yang baik sebagai suami-istri, tentu anak-anak tersebut    akan belajar membangun pernikahan yang baik di kemudian hari.
              Apapun yang mereka pelajari dari rumah tangga atau keluarga akan    mempengaruhi sikap hidup di kemudian hari. Banyak pasangan   menghadapi hari pernikahan mereka dengan perasaan campur aduk antara keinginan yang meluap-luap dan keragu-raguan. Dengan menolong  keluarga untuk dapat menjadi model bagi anak-anak mereka, pemimpin gereja memberikan sumbangan yang sangat berharga untuk suksesnya pernikahan-pernikahan yang akan datang.
TUJUAN DARI KONSELING PERSIAPAN PERNIKAHAN
Konseling persiapan pernikahan bertujuan untuk mempersiapkan dan   menolong individu, pasangan- pasangan, bahkan kadang-kadang anggota  keluarga yang lain untuk menciptakan suasana pernikahan yang bahagia. Seperti halnya dengan pencegahan penyakit yang dilakukan  untuk mencegah timbulnya penyakit dan menjaga kesehatan tubuh,  demikian juga dengan bimbingan persiapan pernikahan. Bimbingan persiapan pernikahan diharapkan dapat mencegah timbulnya kesulitan dalam pernikahan dan kehidupan rumah tangga, disamping tentunya untuk menolong membangun hubungan pernikahan yang sehat dan  memuaskan. Menurut Garry R. Collins bahwa dalam konseling ini, paling tidak ada lima goal (tujuan)  yang harus diperhatikan.
   1. Keputusan untuk siap menikah
Walaupun tidak ada rumusan yang tepat kapan seseorang siap untuk  menikah tetapi ada beberapa petunjuk umum yang dapat diperhatikan.
   a. Alasan untuk menikah.
            Sepasang pria dan wanita yang sudah mengikatkan diri satu dengan  yang lain dapat memberikan beberapa alasan, mengapa mereka terdorong untuk segera menikah. Alasan-alasan ini antara lain,pimpinan Tuhan, kebutuhan seksual dan kebutuhan untuk bersatu dalam ikatan kasih. Kadang-kadang ada juga alasan-alasan yang tidak sehat untuk memasuki suatu pernikahan, misalnya tekanan sosial, membalas dendam pada orangtua atau bekas kekasih, mencegah pandangan umum bahwa ia "tidak laku", lari dari keluarga  yang tidak bahagia, kesepian, dan sebagainya. Menikah dengan seseorang karena terpaksa atau perasaan bersalah, tidak akan  memberi jaminan untuk kestabilan pernikahan, demikian juga hubungan seksual dan kehamilan tidak boleh menjadi alasan untuk menikah.
    b. Latar belakang yang hampir sama.
                Pernikahan biasanya lebih sukses bila pasangan itu mempunyai cita-cita dan standar (nilai) yang hampir sama, latar belakang dan tingkat kehidupan sosial-ekonomi, adat istiadat, pendidikan,  dan iman yang sama. Tentu saja ada beberapa perkecualian dimana ada pasangan-pasangan suami-istri yang dapat mencapai sukses  dalam pernikahan tanpa persamaan ini. Namun harus diakui, bahwa untuk itu, mereka harus bergumul dan bekerja dengan lebih keras  untuk membangun hubungan pernikahan yang baik.
   c. Usia.
            Setiap kebudayaan mempunyai perbedaan dalam menentukan usia yang  ideal untuk menikah dan dalam beberapa masyarakat sepasang suami- istri yang masih sangat muda dapat membangun pernikahan yang baik. Seringkali, penyesuaian diri dalam pernikahan lebih baik bila pasangan lebih dewasa dalam usia. Meskipun harus diingat, bahwa kedewasaan tidak selalu otomatis sesuai dengan pertambahan usia seseorang. Kedewasaan memang menolong seseorang untuk dapat  memutuskan dan mempertahankan hubungan yang baik dan mengatasi persoalan-persoalan hidup dengan lebih efektif.
      Perbedaan umur juga sangat penting. Bila suami jauh lebih tua  atau muda dari istrinya, banyak sekali perbedaan dalam cita-cita dan kebutuhan fisik, kesulitan mencari teman, dan kecenderungan untuk suami-istri yang lebih tua untuk bertindak sebagai orangtua terhadap istri/suaminya.
   d. Sikap terhadap pernikahan.
     Kadang-kadang ada orang-orang yang jijik terhadap hubungan  seksual, ragu-ragu terhadap pernikahan itu sendiri, berbeda  pendapat mengenai anak-anak yang akan dilahirkan, punya perbedaan pandangan dalam peran/kedudukan dalam rumah tangga, bahkan perbedaan rencana untuk hari depan, dan sebagainya. Perbedaan- perbedaan sikap terhadap pernikahan yang serius harus terlebih dahulu dibereskan sebelum pernikahan. Untuk itu, kemungkinan besar kita memerlukan bantuan konselor.
   e. Pengaruh dari luar.
            Seringkali pengaruh dari luar dapat menambah tekanan dalam pernikahan yang masih muda, termasuk rencana untuk melanjutkan studi, banyak hutang, keuangan yang pas-pasan, pertentangan dengan orangtua, kedudukan dalam pekerjaan yang menyebabkan ia harus berpisah dalam jangka waktu yang lama, dan sebagainya.  Banyak pasangan memutuskan untuk tetap menikah walaupun sudah menimbang kesulitan-kesulitan ini, tetapi ada juga yang lebih suka menunggu.
   f. Kematangan spiritual.
            Tentu seseorang tidak siap untuk menikah secara Kristen bila ia  bukan seorang percaya, tidak seiman, atau belum betul-betul  menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Ketika kita Percaya, kita menyerahkan diri kepada Kristus, menjadi anak-anak-Nya dan mencari kehendak-Nya, sehingga bila kita menikah dengan orang yang tidak seiman, akan timbul banyak kesulitan dalam pernikahan  karena perbedaan keyakinan, dan pelayanan kita sebagai orang Kristen pun menjadi tidak efektif. Karena itu sangat penting bagi orang Kristen untuk mendapatkan saudara seiman sebagai pasangan hidupnya supaya keduanya dapat melayani Tuhan dengan baik.
Hal ini tentu saja tidak menjadi jaminan suksesnya suatu pernikahan secara otomatis (orang Kristen atau bukan tidak pernah lepas dari persoalan-persoalan kehidupan), tetapi yang jelas kesulitan pasti timbul bila mempunyai pasangan yang "tidak  seimbang" atau seorang percaya yang menanggung beban dengan orang  yang buta rohaninya (2Korintus 6:14).
2. Tahu dan siap menghadapi tekanan-tekanan dalam kehidupan pernikahan.
              Dua orang dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda,  tentunya menghadapi banyak hal yang harus disesuaikan. Jikalau  tekanan-tekanan dalam kehidupan pernikahan sudah dipersiapkan untuk sama-sama dihadapi, tentu penyesuaian diri akan menjadi lebih mudah.
            Hal-hal yang menimbulkan tekanan hidup pernikahan tidak selalu sama  antara pasangan yang satu dengan yang lain, tergantung kepada  keunikan pasangan itu dan masyarakat dimana mereka hidup. Dalam suatu penyelidikan terhadap beberapa ratus pasangan yang sudah menikah ternyata, bahwa penyesuaian dalam hubungan seksual, pengaturan keuangan, kebutuhan sosial dan rekreasi, persoalan dengan mertua dan ipar-ipar, perbedaan dalam kepercayaan, konflik dalam memilih sahabat merupakan hal-hal utama dalam penyesuaian  pernikahan. Tentu saja daftar ini dapat menjadi lebih panjang untukmereka yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Tentulah akan sangat menolong, apabila konselor Kristen dapat memikirkan terlebih dahulu "apa yang menjadi sebab-sebab utama tekanan-tekanan hidup pernikahan dalam masyarakat kita". Tanyakan pada pemimpin-pemimpin gereja dan mintalah pendapat mereka. Kemudian, rencanakan untuk mengetengahkan persoalan ini kepada calon pasangan atau mempelai sebelum mereka menikah. Bila seseorang diperingatkan dengan lemah lembut sebelum persoalan itu sendiri  muncul, dan bila konselor dapat memberikan bimbingan yang realistis mengenai cara-cara menanggulanginya, tentu saja penyesuaian dalam  pernikahan akan menjadi lebih mudah. Kebanyakan masyarakat di abad modern ini membuat rencana untuk  berbulan madu setelah menikah. Hal ini memang penting tetapi eringkali juga merupakan persoalan tersendiri. Bulan madu sebenarnya masih merupakan masa transisi dari kehidupan bujang  ke kehidupan bersama. Memang ini merupakan kesempatan bagi pasangan yang baru menikah untuk menyendiri dan memulai menyesuaikan diri dengan status mereka yang baru, baik secara fisik maupun psikis.
              Walaupun seringkali masa bulan madu sudah dipersiapkan dengan baik dan sangat dinantikan, namun biasanya diselingi dengan kekakuan- kekakuan, dan banyak hambatan lain yang membutuhkan waktu untuk  mengatasinya, misalnya dalam hubungan seksual dimana masing-masing  merasa canggung, malu, dan bisa menjadi sumber frustasi.
              Konselor harus selalu ingat untuk tetap memegang kebenaran firman Tuhan mengenai kehidupan seksual yang suci sebelum pernikahan. Walaupun hubungan seksual sebelum pernikahan sudah menjadi biasa, tetapi bagi pasangan Kristen tetap harus dijaga sampai memasuki kehidupan pernikahan yang sesungguhnya. Memang pengalaman seksual sebelum pernikahan dapat mengurangi kecanggungan dalam hubungan seksual waktu berbulan madu, tetapi perasaan bersalah, dan dorongan  untuk menunjukkan "kemampuan seksual di atas tempat tidur" dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan yang terus-menerus dan kegelisahan  yang mendalam selama bulan madu. Pada masa kini, semakin jarang ada pasangan-pasangan yang sama sekali bebas dari ketakutan dan  kegelisahan dalam malam pernikahan mereka. Jadi, sangat penting untuk diingat, bahwa hal-hal yang dihadapi oleh kedua belah pihak untuk bulan madu mereka harus disinggung pada percakapan sebelum pernikahan. Seringkali diskusi semacam ini terjadi dalam percakapan lingkungan keluarga, tetapi tidak selalu.
               Bila Anda sebagai pemimpin gereja merasa sungkan untuk membicarakan hal-hal semacam ini, atau apabila peraturan gereja melarang pendeta untuk membimbing dalam hal ini, ada baiknya untuk minta anggota jemaat atau pasangan yang lain yang dapat menjelaskan mengenai seks dan bulan madu dengan baik. Seringkali dapat juga meminta nasihat dari dokter untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan persetubuhan pada waktu pemeriksaan fisik sebelum menikah.
            Tentu kita tidak boleh melebih-lebihkan fakta, seolah-olah semua persoalan sebelum dan sesudah menikah pasti dapat diatasi jikalau pasangan belajar berkomunikasi. Dibutuhkan usaha dan ketekunan bagi kedua belah pihak, suami atau istri untuk dapat saling mendengarkan dengan baik, mengerti dan mengutarakan isi hatinya dengan jujur dan penuh kasih belajar untuk saling menghargai. Tentunya jika hal ini dilakukan, hubungan dalam pernikahan akan menjadi lancar dan usahanya tidak sia-sia. Mengutarakan secara jujur tentang sikap hidup, perasaan, dan pergumulan-pergumulan pribadi, adalah sama pentingnya dengan mengutarakan cinta dan pengharapan. Tetapi tentu saja pengaturan semacam itu tidak dimulai pada masa bulan madu, oleh karena seharusnya telah dimulai jauh-jauh hari sebelum pernikahan, dimana seorang premarital konselor mendorong dan membimbing ke arah pengembangan kemampuan berkomunikasi.
3. Bimbingan untuk mengenal diri sendiri.
            Dalam pernikahan, kemampuan untuk dapat melihat dengan jujur keadaan diri kita sendiri adalah modal yang paling utama. Tuhan Yesus dengan jelas memperingatkan murid-murid-Nya, supaya mereka dapat melihat balok di mata mereka sendiri sebelum mengambil selumbar di mata  orang lain (Matius 7:3-5).
            Namun sayang, banyak di antara kita yang justru menghindarkan diri dari pengenalan terhadap diri sendiri. Memang tidak ada orang yang senang melihat kesalahannya sendiri, lebih mudahlah baginya untuk mendapatkan kesalahan dalam diri orang lain. Tidak heran bila terjadi perbedaan pendapat baik pada masa pertunangan maupun masa- masa setelah menikah, kita cenderung melupakan persoalan yang ada dan menganggap diri sendiri benar dengan menyalahkan orang lain,  tanpa menyadari, bahwa sumber dari segala persoalan itu mungkin  adalah dari dirinya sendiri.
            Jadi, sangatlah penting pada masa-masa pertunangan untuk melakukan usaha pengenalan diri sendiri. Memang tidak semua kebudayaan mengijinkan hal-hal ini dibicarakan sebelum pernikahan, tetapi sesungguhnya akan sangat menolong apabila masing-masing pasangan menyadari akan kelemahan dan kelebihannya sendiri dan secara terbuka mengutamakan prinsip-prinsip dan pengharapan-pengharapannya sambil melihat reaksi atau tanggapan dari pasangannya. Penilaian terhadap  diri sendiri yang seperti ini dapat menolong pasangan yang akan menikah untuk berkomunikasi dengan lebih efektif, bahkan dapat menolong suami/istri bila problema-problema seperti ini muncul di  masa-masa mendatang.
4. Pertimbangan padangan Alkitab mengenai pernikahan.
               Setelah Tuhan menciptakan dunia dengan isinya, Ia melihat bahwa  "tidak baik manusia itu seorang diri saja" dan Ia memulai lembaga  pernikahan sambil menyatakan, bahwa seorang laki-laki harus "bersatu dengan istrinya dan menjadi satu daging" (Kejadian 2:18, 24)
              Beberapa bagian dari Alkitab dapat menolong kita mempelajari konsep-  konsep pernikahan yang dikehendaki Allah. Bila pasangan Kristen sudah memutuskan untuk memulai hidup sebagai suami/istri, mereka seharusnya mengerti apakah tujuan pernikahan yang dikehendaki Allah dan rencana Allah atas diri mereka berdua.
            Dengan pertolongan konselor Kristen, setiap pasangan dapat  membicarakan dengan teliti tentang rencana surgawi atas pernikahan Kristen, terutama yang tercantum dalam Efesus 5:21-6:4, Kolose 2:16-21, 1Korintus 7, dan 1Petrus 3:1-7. Harus diperhatikan, bahwa  hubungan suami istri diibaratkan dengan hubungan antara Kristus dengan gereja-Nya. Pengertian mengenai hal inilah yang akan memudahkan banyak orang Kristen untuk dapat menerima dan bersyukur  atas perintah Tuhan untuk tunduk kepada suami. Dalam banyak negara dewasa ini, pandangan Kristen seperti ini tidak populer atau bahkan  tidak dikenal dan banyak gereja yang menghapuskan kata "taat" dalam  peneguhan pernikahannya. Seorang suami sebagai kepala keluarga tidaklah terpanggil untuk semau-maunya menindas istrinya, karena justru ajaran Alkitab untuk kepala berarti pengorbanan seperti yang dijelaskan dalam Efesus 5. Hasilnya, istri akan dengan patuh dan sukacita menundukkan diri kepada suami yang memperhatikan dan mengasihi serta memikirkan kebahagiaannya.
5. Merencanakan pernikahan.
            Setiap kebudayaan mempunyai adat istiadat dan peraturan tersendiri untuk upacara pernikahan. Kadang-kadang konselor Kristen diminta untuk memberikan bimbingan dalam hal ini, tetapi kebanyakan diserahkan kepada pihak keluarga.
             Konselor Kristen dapat membantu mempelai untuk mengerti apa artinya upacara pernikahan. Bagi banyak pasangan upacara pernikahan tidak dibicarakan sampai hari-hari terakhir, sehingga biasanya mereka sudah terlalu lelah dan tegang untuk dapat mengingat dan mengerti semua yang telah dikatakan. Karena itu, sangatlah menolong bila hal  ini dibicarakan jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pasangan itu mempunyai waktu untuk mengerti aspek-aspek spiritual dari upacara pernikahan tersebut dan juga menyadari pentingnya saksi-saksi atas  janji yang mereka buat untuk dipersatukan di dalam Tuhan.


Sumber
Collins Garry R, 1998, Konseling Kristen yang Efektif, Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, hal. 102-110

Rabu, 26 September 2012

CARA MENDAFTAR NISN SEKOLAH 2012



Kemendiknas kini tengah giat melakukan pendataan untuk memperoleh Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ada tiga data yang menjadi prioritasnya: Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) bagi lembaga sekolah/madrasah, Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) bagi ketenagaan, dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) bagi siswa.

Daftar NISN Baru Hanya 1 Menit
Untuk mendukung kelancaran pendataan NISN, sekolah perlu segera mendaftarkan operator NISN bagi sekolahnya. Dengan memiliki operator NISN maka sekolah akan memperoleh banyak kemudahan-kemudahan:
  • Mengelola sendiri NISN sekolah
  • Mengedit data sekolah, PTK, dan siswa
  • Mengeluarkan surat validasi mutasi siswa
  • Operator NISN boleh lebih dari satu
  • Daftar NISN baru hanya dalam hitungan detik
Bila sekolah sudah punya operator maka daftar NISN baru (siswa tunggal atau kolektif) cukup dari sekolah secara online dalam hitungan detik sudah jadi. Tapi, bila belum punya operator NISN, daftarnya dari sekolah ke Dinas Pendidikan Kab/Kota.
Kemudahan lain dengan memiliki operator NISN adalah berkaitan dengan mutasi siswa. Bila ada siswa mutasi masuk dan belum punya NISN bukan masalah karena mendaftar NISN baru dalam hitungan detik sudah jadi. Sebaliknya, bila ada siswa mutasi keluar, sekolah tinggal memproses dari sekolah dan terbit “validasi mutasi keluar siswa” dan siswa tidak perlu ke Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk minta surat “validasi”.

Cara Mendaftar Operator NISN Sekolah
Pendaftaran akun dapodik sebagai operator NISN sekolah hanya dilakukan secara online. Oleh karena itu, sebelum mulai mendaftar, perlu mempersipkan data-data yang diperlukan sesuai dengan formulir pengajuan user. Selain data diri yang sudah ada secara kelembagaan/kedinasan, data tambahan yang harus ada adalah: email sekolah, nomor telepon sekolah, email kepala sekolah, email admin pengelola NISN sekolah.
Secara sederhana, langkah pengajuan user operator NISN sbb:
  1. Melakukan pengajuan akun.
  2. Mengisi formulir Entri Data Pengajuan User Download
  3. Mengunduh dan Mengirim Surat Pengajuan User
  4. Mengunduh Surat Tanda Bukti Persetujuan Pengajuan User
  5. Mengelola NISN
Lampiran-Lampiran Download :
  1. Formulir Pengajuan NPSN
  2. Tata Cara Pengajukan NPSN Baru
  3. Download Formulir NISN
  4. Cara Pengajuan NISN Baru

Penjelasan Langkah Pengajuan Operator NISN
Langkah 1: Melakukan pengajuan akun
  1. Buka alamat  http://nisn.dapodik.org/ajuan.php
  2. Masukkan NPSN dan tulis kode verifikasi yang ada, kemudian klik ”Cari” (hasilnya, terbuka formulir entri data pengajuan user).

Langkah 2: Mengisi formulir Entri Data Pengajuan User( data yang bergaris bawah wajib diisi)
Pada langkah ini, mengisi formulir sesuai isian. Formulir ini terdiri dari tiga bagian pokok:
Data Sekolah: NPSN, Nama Sekolah, Jenjang, Status, Alamat, Nomor Telepon, Nomor Fax, Email, dan Web Site.
Data Kepala Sekolah: Nama Kepsek, Nomor Pegawai (NIP/NUPTK), Jenis Kelamin,Tahun mulai menjabat, Email.
Data Admin Sekolah(Penanggtungjawab Teknis): Nama lengkap, Nomor Pegawai (NIP/NUPTK), Jabatan sekolah, Jenis Kelamin, Alamat rumah, Nomor telepon, Nomor hp, Email.
Bila pengisian formulir sudah selesai, kemudian klik ”konfirmasi” sebagai pengiriman permaohonan pengajuan user.

Langkah 3: Mengunduh dan Mengirim Surat Pengajuan User
Buka email sekolah atau email admin sekolah untuk mengunduh surat pengajuan user.
  • Unduh surat pengajuan user
  • Cetak surat pengajuan user
  • Bubuhi tada tangan kepala sekolah dan stempel sekolah
  • Pindai/scan surat pengajuan user yang sudah ditandatangani dan distempel itu
  • Kirim file hasil scan surat pengajuan user ke admindapodik@jardiknas.org
  • Tunggu sekitar 2-3 hari dengan cek email untuk melihat ” Surat Tanda Bukti Persetujuan Pengajuan User” dari Dapodik)

Langkah 4: Mengunduh Surat Tanda Bukti Persetujuan Pengajuan User
Bila surat tanda bukti ini sudah diterima, artinya pengajuan user sudah resmi diterima dan mulai memiliki hak mengelola NISN.
Surat tanda bukti ini memuat keterangan nomor User ID dan Password (yang diperlukan untuk login ke dapodik).

Langkah 5: Mengelola NISN
Untuk mulai mengelola NISN, login dulu ke http://operator.dapodik.org, kemudian masukkan user ID dan password.
Selamat mendaftar dan mengelola NISN semoga tugas menjadi lebih mudah.

Senin, 17 September 2012

Bahan Khotbah " Tiga Prinsip dlm Doa"

TUHAN YESUS MENGAJARKAN 3 PRINSIP DALAM DOA
Matius 7 : 7

Banyak buku yang menguraikan, bagaimana berdoa yang dijawab. Namun kita akan belajar sendiri beberapa prinsip berdoa yang benar yang diajarkan oleh Kristus sendiri. Tuhan Yesus memberikan 3 prinsip yang harus dimiliki oleh kita sebagai milik Tuhan.

1. MINTALAH
Minta adalah suatu sikap yang banyak dilakukan oleh seorang anak kepada orang tuannya atau seorang anak kepada Bapanya. Kenapa Tuhan menyuruh kita untuk minta, karena banyak anak Tuhan yang tidak dapat menikmati kekayaan Bapa, disebabkan mereka tidak pernah memintannya, cuma tahunya marah dan kecewa, hal ini pernah digambarkan dalam perumpamaan anak yang sulung, ketika melihat adiknya yang dipestakan dan diberi jubah yang bagus, kakaknya iri karena sudah berkerja dan bersama Bapanya tetapi tidak pernah dipestakan, tapi jawab Bapanya semua yang Bapa punya adalah milikmu. (Lukas 15 : 28-31). Jadi betapa pentingnya kalau kita belajar minta, cuma pertanyaannya permintaan yang bagaimana yang bisa dijawab oleh Tuhan.
Permintaan yang dijawab Tuhan:
  1. Minta dalam nama namaKU ( Yoh. 14 : 13)
  2. Tinggal dalam Kristus dan firmanNya kita simpan dalam hati kita ( Yoh. 15 : 7)
  3. Minta dengan iman ( Yoh. 1 : 6 
2. CARILAH 
Carilah artinya suatu usaha untuk memperoleh apa yang kita inginkan atau harapkan. Hal ini membutuhkan suatu perjuangan yang sungguh-sungguh, ketika kita benar-benar mencarinya maka kita akan mendapatkan. Dalam mencari dibutuhkan sebuah ketaatan kepada Allah, maka kita akan menerima melebihi apa yang kita harapkan.
TENTUNYA yang pertama kita cari adalah cari kehendaknya. Matius 6 : 33, jika kita mencari kerajaanNya terlebih dahulu maka yang lainnya akan diberikan melebihi dari apa yang kita harapkan. Karena saat kita mencari kebenaran Tuhan dan kita berada dalam zona kerajaan Kristus maka kita sedang berada dalamsumber pokok dari apa yang manusia inginkan. Serta ditambah perkara-perkara yang di atas itu menjadi fokus kita. ( Kol. 3 : 1-2)
3. KETOKLAH
Ketoklah ini menunjukkan sebuah ketekunan untuk terus mengetuk pintu Tuhan sekalipun Tuhan tidak segera menjawabnya. Ada banyak hal bagaimana kita mengetok sebuah pintu, jika kita mengetok dengan sopan maka tuan yang empunya rumah akan mempersilahkan saudara masuk dalam rumanya, untuk menikmati hidangkan. Tetapi  jika kita mengetok dengan tidak mengindahkan sopan santun maka saudara akan diusir sama yang empunya rumah. jadi sekalipun kadang doa kita belum dijawab jangan pernah berlaku tidak sopan sama Bapa, karena siapa kita mau mengatur Tuhan. Tapi yang jelas Tuhan berjanji bahwa saat saudara mengetok pintu sebenarnya Allah sedang berjalan untuk membuka pintu buat saudara untu masuk.




Senin, 27 Agustus 2012

Bahan Kotbah : PEMELIHARAAN DITENGAH KESULITAN

DI BERKATI DI TENGAH KESULITAN
Fil 4 : 6
1 RAJA 17 :7-16
Teladan apa yang bisa kita ambil dari janda Sarfat ini :
1. Memiliki sifat belas kasih ( 10)
            Sekalipun ia sendiri perlu dikasihani tapi mampu memberikan kasih kepada orang asing mungkin jauh lebih gemuk dibanding dirinya sendiri.
Contoh : Mat 12 : 7  ( yg dikehendaki adalah belaskasih); Mat 14 :14 ( tergeraklah hati Yesus akn belas kasih terhdp orang banyak)
2. Belajar mempercayai Allah (12)
                 Janda sarfat belajar mempercayai Allahnya Elia, krn Elia terlihat sehat dlm pemeliharaan Allah, krn tdk kekurangan makan saat Israel dilanda kekeringan 3 tahun.
Contoh. Yermia 17 : 7 ( orang yg mengandalkan Tuhan ); 2 Tim 3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.
3. Hidup dalam ketaatan (15)
                 Elia sedang mengajarkan tentang sebuah ketaatan yg berakhir sebuah pemeliharaan Tuhan. hal baru saja dialami oleh Elia. Janda Sarfat mulai belajar sebuah ketaatan setelah mendengarkan Firman yg di dengar dari Elia.
Sebuah ketaatan membutuhkan sebuah pengorbanan ( Ayub;Daniel; Paulus ;)
4. Mujizat Terjadi ( diawali oleh sebuah ketaatan) (16)
                 Tepung dan minyak tidak habis sampai masa kesukaran berakhir. artinya Allah memelihara hambanya jika taat akan firmanNya.
                 jika kita kembali melihat tentang penciptaan sebelum manusia diciptakan Allah menyiapkan terlebih dahulu.

Minggu, 12 Agustus 2012

MENJADI MANUSIA BARU

Bahan Kotbah " Menjadi Manusia Baru "
Ibrani 12 : 14 - 17

Untuk menjadi manusia baru, harus meninggalkan kehidupan lama kita, dan mau berubah selama kita tidak mau atau engan untuk berubah maka sukar untuk menjadi manusia yang baru, karena sebuah perubahan itu harus dimulai dari diri kita terlebih dahulu. Allah mau bertindak untuk mengubah hidup kita selama kita mau bekerja sama dalam arti mau berubah dan diubah Tuhan. 
Ada beberapa pokok  yang mampu mengerakkan Tuhan untuk mengubah hidup kita.
1. Berusaha Hidup Berdamai dengan Semua Orang.
Berusaha (yun.διωκω ) artinya mengejar / memburu, untuk bisa berdamai dengan semua orang baik itu musuh kita, jemaat atau di luar jemaat kita harus sungguh - sungguh berusaha untuk memperolehnya. Mengapa berdamai itu penting, karena ketika kita bisa berdamai dengan siapa saja akan membuat hati kita tenang dan akhirnya kita bisa berdoa (1 Ptrus 4 :7).Karena selama kita belum bisa berdamai dengan semua orang, maka hal itu akan menjadi kangker dalam hidup kita dan menjai pengalang berkat Tuhan turun dalam hidup kita.
2. Kejarlah Kekudusan.
Kekudusan (yun.αγιασμος hagiasmos) artinya keadaan kudus atau suci. Kita akan menjadi manusia yang baru jika kita berusaha untuk mengejarnya menjadi orang yang bebas dari dunia, artinya seluruh hidup kita hanya memikirkan hal-hal yang di atas bukan dunia ini, memang kita masih tinggal di dunia ini, akan tetapi yang menjadi prioritas hidup kita adalah Kerajaan Kristus, dan kita bisa mengalahkan dunia dengan iman kita ( 1 yoh. 5 :4). Bapa adalah kudus maka kita juga wajib hidup di dalam kekudusan. (Petrus 1 : 16).
3.  Menjaga Kasih Karunia. 
Menjaga (yun.επισκοπεω episkopeo) artinya menjaga, mengawasi,  atau memelihara. Kenapa kasih karunia perlu dijaga atau diawasi bahkan perlu dipelihara ? Kasih karunia itu sebuah pemberian ketika kita tidak bisa memelihara atau menjaganya maka kasih karunia yang Allah berikan itu akan diambil kembali oleh bapa dan diberikan kepada orang lain yang mampu menjaga dan memeliharanya, bahkan akan semakin ditambah - tambah.(Mrk 4 : 25). Dan dianggap penting supaya tidak timbul akar atau tunas  pahit (yun.πικρια pikria) kepahitan atau iri dengki atau sakit hati, karena yang memungkinkan kita sanggup melepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita adalah kasih karunia itu, sebab kita adalah orang yang berbeda dengan dunia ini, kasih karunia Kristus inilah yang membuat kita bisa berbeda.
4. Nafsu Rendah / Menjual Kristus.
Nafsu rendak (yun.βεβηλος bebelos) artinya tidak beragama, tak suci dan fasik. Rasul Paulus menyamakan antara nafsu rendah dengan berbuat cabul. Orang kristen bisa menjual hak kesulungannya ketika didera masalah maka orang yang demikian daianggap orang yang tidak beragama, atau menukar Kristus dengan allah lain inilah ciri orang fasik, sekalipun dia orang kristen tetapi tidak perrnah mempercayai akan kekuasaan Allah yang punya langit dan bumi.Seperti Esau menukar hak kesulungannya dengan sepiring kacang merah sehingga akhirnya ia menyesal sekalipun dengan air mata tapi semua sudah tidak berguna lagi, oleh sebab itu perhatikan bagaimana hidup kita .
 
Kita akan menjadi manusia baru jika kita mau berubah sesuai yang dinginkan oleh Bapa, yaitu berusaha membina kerukunan dengan semua orang tanpa memandang siapa mereka, kemudia mulai hidup didalam kekudusan dan memelihara kasih karunia yang diberikan Bapa dalam hidup kita dan kita bagikan kepada orang lain serta menjadi orang mempercayai kebenaran Firman Allah yang ditulis dalam Alkitab.

 

Minggu, 05 Agustus 2012

ISRAEL SEBAGAI PERINGATAN

Bahan Kotbah : Israel sebagai peringatan
I Korintus 10 : 1-13

Pengalaman bisa menjadi peringatan bagi kita, banyak orang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang baik. Tetapi di dalam keristenan pengalaman adalah sebuah peringatan, karena Allah tidak pernah melakukan sesuatu sama dengan kejadian yang pernah terjadi, karena Allah kita sangat kreatif.
Dan kita akan belajar dari pengalam bangsa Israel
1. Hak IstimewaTidak Menjamin Keberhasilan (1 - 4)
  • Bangsa Israel dilepaskan dari bangsa Mesir, Mesir adalah gambaran dari keduniawian, maka kitapun juga dilepaskan dari dosa keduniawian kita (1 Yoh. 2 : 16).
  • Israel dibaptis dengan awan dan laut merah. Kitapun juga dibaptis dalam Kristus.
  • Mereka makan dan minum Rohani. 
2. Permulaan yang baik tidak Menjamin Akhir yang Baik
  • Bangsa Israel mengalami mijizat setiap hari, tetapi gagal dalam ujian di padang gurun (5)
Apa Kegagalam mereka :
  •  Melakukan penyembahan berhala (Pasal 6) band. Kolose 3 : 5
  • Melakukan pencabulan (8)
  • Mencobai Tuhan (9)
  • Bersunggut-sunggut (10)
3. Allah Dapat Memampukan Kita (13) jika kita
  •  Menjauhi penyembahan berhala
  • Tidak bersekutu dengan roh jahat.
Peringatan bangsa Israel ini bisa menjadi peringat bagi kita bahwa sesuatu yang baik belum tentu berakhir yang mulia, karena dalam perjalanan hidup kita kadang mengalami penyimpangan iman, atau bahkan mengalami mendua hati yaitu : Allah dan mamon. itu yang meambuat kita tidak mengalami keberhasilan dalam membangun persekutuan dengan Allah, dan akhirnya kita tidak jauh beda dengan bangsa Israel yang gagal mencapai tujuan Allah.